Monthly Archives: Juni 2014

Pernah Kena Tilang?


Assalamualaikum mas mba bro

Tilang atau Tindakan Langsung, adalah hal yang wajar jika pengendara melanggar aturan lalu lintas yang berlaku, begitu banyak hal yang harus dipatuhi pengendara agar tercipta ketertiban berlalu lintas. Sebagai seorang yang berjiwa “bandel” tentu saya juga pernah kena tilang. Tilang apa saja yang pernah saya terima dari para bapak polisi lalu lalang? Eeeh lalu lintas, cekidot…

1. Tidak lengkap sama sekali

Masih kuat di ingatan saat itu saya memiliki motor Suzuki Smash baru, dan masih pelajar SMA, tanpa helm, plat stnk, hanya spionlah yang ada, masih inreyen, berniat mau beli baju sama teman ke Banjarbaru. Jelas dari kejauhan saya adalah pelanggar lalu lintas dan tepatnya didekat pasar kota Martapura, saya dicegat seorang polisi dan uang yang harusnya dibelikan baju, raib digondol pak polisi. Pulanglah saya dan teman dengan tangan hampa.

2. Melanggar zebra cross

Lampu merah menyala, kita harus berhenti dan itu mutlak diseluruh dunia kecuali ambulance gawat darurat dan pemadam kebakaran (bukan adanya patwal pejabat), nah saat saya melihat lampu kuning menuju pergantian ke merah. Saat itu saya sedang masa kuliah dan memakai jupiter Z. Saya terlambat breaking alias ngerem, alhasil ban depan saya berada dikawasan zebracross yang terdapat di dekat lampu merah, yang namanya apes, tuh polisi diseberang jalan ngeliat saya. Langsung nyamperin dan nyabut kunci, lanjut nyuruh saya ke pos polisi, saya lengkap pak, emang lengkap dan standart, tapi ban anda memasuki wilayah terlarang ! Ya sudah lah namanya juga salah, STNK saya ambil dan besok ambil di Poltabes Banjarmasin ucap pak pol, dan saya diperbolehkan meneruskan perjalanan. Loh loh? STNK kok diambil? Kalo ada razia dilain tempat gimana donk? Besoknya datang ke poltabes, ternyata cuma butuh Rp.20.000 untuk nebus STNK dan pulang. Edan !!! Tanpa basa basi langsung si mba kasirnya minta uang dan disuruh pulang. (Tanpa sempat kenalan maksudnya) hehehe

3. Luput dari Tilang bermodal SIM “kadaluarsa”

Ingat banget, saat itu saya ingin menuju Banjarmasin, untuk Yudisium di Hotel Blue Atlantic Banjarmasin (bukan promo), namun di Banjarbaru ada Razia, saya memutuskan membelok masuk gang, karena sadar SIM C saya udah tewas beberapa bulan, apesnya disana ada beberapa orang yang juga lagi ditilang. Wew, dengan gemetaran saya mengeluarkan STNK Suzuki Shogun 125 dan SIM yang kadaluarsa beberapa bulan dan menyerahkannya kepada polisi, namun saya gak kasih waktu pada beliau untuk membaca lebih lanjut karena tangan saya segera meminta SIM + STNK dengan gaya lagi terburu buru, pak pol tersebut langsung menyerahkan dan mempersilahkan saya meneruskan perjalanan hampir sepanjang jalan saya senyum sendiri karena hal tersebut. SIM kadaluarsa kok jadi penyelamat tilang? Hehehe

4. Surat Teguran : Tidak Klik & Tidak Nyala Lampu Utama

Masih ingat di ingatan saya, saat itu juga masih kuliah naik Suzuki Spin dikawasan Pal 5 Pal 6 Banjarmasin, pulang dari waterboom di Gambut, menuju Banjarmasin saya berkendara lupa nyalakan lampu utama dan klik helm, lengkap gak lengkap harus masuk halaman gedung perpajakan (apalah saya lupa) periksa semua lengkap, ternyata helm saya lupa klik dan lampu gak nyala, mba polwan langsung beri surat teguran berupa kertas pink yang saya tanda tangani dan diberikan kepada saya untuk oleh oleh pulang. Karena jiwa bandel saya masih ada, sambil berjalan saya lempar kertas tersebut ke halaman gedung tersebut sambil berlalu dan acungkan jari tengah ke atas. (Jangan ditiru bro)

5. Plat Nomer Asli, berbeda dengan STNK Asli. Itu salah siapa? Kenapa saya kena tilang?

Yups, berniat ingin saur (tahun 2013) dikota Banjarmasin jalanan dini hari cukup lengang, disuatu jalan gelap saya memutar arah (ditempat dilarang belok) karena sunyi, saya yakin aja. Eh eh dari samping tempat sunyi keluar motor CBR lama warna hitam dengan orang berperawakan gede memotong jalan Vixion saya dan tubrukan terjadi antara ban depan saya dan fairing samping si CBR, muncul temannya dari belakang berjalan kaki dan merebut kunci motor saya, minta STNK dan SIM, di nasehati deh. Ternyata dan baru saya sadari ternyata Plat Asli beda dengan STNK. Di STNK tertera DA 3073 QJ. Di Plat Asli tertulis DA 3073 QS.

Ada apa ini? Salah siapa? Kenapa dan mengapa? Saya yang tadinya cuma dinasehati alhasil digiring ke poltabes Banjarmasin !!! Dini hari 04.00 !!!! Dengan alasan motor bodong !!!! Sumpah saya hingga kini gak terima dikatain motor bodong. Saya saat itu disuruh numpang CBR pak pol menuju poltabes dan motor saya di bawa temannya. Dijalan, saya diceramahi dan ujung ujungnya nyinggung pelanggaran harus bayar Rp.200.000 atau motor nginap dan nunggu persidangan!!!

Sialan dalam hati berkata, ya udah dari pada saya besok tidak bisa dinas di Rumah Sakit gara gara motor disita, damai aja deh Rp.200.000 melayang ke tangan 3 orang keparat, eeEeh aparat maksud saya.

Disini yang salah siapa ya? STNK dan Plat Asli berbeda???? Dan bodohnya saya kenapa baru sadar setelah motor berumur saat itu ± 8 bulanan.

Beberapa hari setelah itu, plat saya bawa ke orang pembuat plat, dan digetok huruf S menjadi J, alhasil kini plat dan stnk sudah sama, namun tidak untuk BPKB

Pengalaman Tilang apa yang pernah mas bro mba bro alami?

Salam dari Borneo

Maunya ditilang sama Mba Polwan ini, tapi beliau udah punya suami, hehehe

Rekam Medis Schumacher di Tawarkan Ratusan Juta ?


Assalamualaikum mas bro

Baca lebih lanjut

Mitoskah Pengkilap justru sebagai Pemudar cat body Motor?


Assalamualaikum mas bro mba bro

Bukan bertujuan promosi atau black campaign suatu merk, tapi ini cuma ada perasaan mengganjal bahkan saya sendiri kurang mempercayainya.

Sesama bikers / rider, kadang bertukar pikiran tidak ada salahnya, namun ada suatu hal yang mengganjal dihati saya tentang wax ataupun cairan pembuat mengkilap cat body motor. Bukan promo juga bukan BC, karena saya sendiri memiliki dan masih menggunakannya hingga saat ini, sebut saja suatu merk ternama KIT.

KIT memang sudah tidak asing lagi bagi para pengendara motor maupun mobil, ada untuk shampo cuci motor /mobil, pengkilap body, ban dan juga pelumas rantai. Mungkin juga ada yang lain?

Saya membahas KIT pengkilap body motor, saya memiliki yang pasta dan juga cairan semprot. Kualitas mengkilapkan memang benar adanya. Bahkan untuk motor yang agak pudar / kusam sedikit menjadi lebih berkilau. Kalo motor baru jelas lebih berkilau.

Dilema ada saat beberapa teman mengatakan bahwa KIT bersifat abrasif alias mengikis ! Benarkah? Dengan pernyataan teman seperti itu, saya menjadi sedikit takut untuk menggunakan KIT tersebut setiap kering dari mencuci motor kesayangan. Setelah saya menanyakan apa bukti dari pernyataannya tersebut dia bilang lihatlah motor pacar saya. Selalu KIT, awalnya kinclong sekarang kusam. Walaupun saya tidak ada foto motor tersebut, tapi saya akui motornya kusam, padahal perawatan motor jauh melebihi saya.

Adanya pernyataan teman saya tersebut dan dibuktikan dengan motornya yang kusam dan di Amini beberapa teman lain, saya sekarang sedikit mengurangi frekuensi “membelai” motor kesayangan dengan KIT pengkilap, dulu satu botol sekitar dua bulanan baru habis, sekarang jauh lebih dari dua bulan. Efek takutkah? Jelas adanya.

Sejak saya “mengenal” yang namanya motor tahun 2003-an sejak itulah saya juga dekat dengan KIT pengkilap body motor. Saya tidak bisa membuktikan pada motor saya karena sejak 2003 terlalu sering gonta ganti tunggangan, jadi belum uzur sudah berpindah tangan dan saat ini saya hanya meyakini bahwa aman-aman saja memakai KIT pengkilap dengan frekuensi tidak sering dan berfikiran bahwa motor kusam pacar teman saya akibat dari faktor yang lain. Mungkin saja.

Bagaimana menurut mas dan mba bro semua?

Mengkilapkan dan Mem”Bening”kan atau justru sebaliknya (dalam jangka panjang)

Salam dari Borneo

Aye Bening dan suka yang panjang om

BBM Unik


Assalamualaikum Mas bro Mba bro

Walaupun banyak lahir media chatting sejenis, BBM-an masih aja tenar mas bro. Bahkan kini BBM hadir bukan cuma pada ponsel asalnya yaitu BlackBerry. Baca lebih lanjut

Motor Baru di Jemur ? Emangnya cucian ?


Assalamualaikum mas bro mba bro

Ini hanya pendapat mas bro mba bro, ironi melihat motor baru yang dijemur di pelataran depan dealer tanpa ada atapnya, miris memang ketika melihat motor yang kinclong dan gress dijemur dibawah terik matahari, loh kalo hujan? Ya jelas kehujanan, hujan mendadak gimana mau memasukkan kedalam? Kan banyak yang dipajang dipelataran? Yah masa motor yang mau dibeli bekas kehujanan kepanasan. Sedangkan kita aja kalo motor, parkir kepanasan, pasti bawaannya mau nyari parkir yang adem, takut cat pudar? Ya iyalah mas bro, sebagus bagusnya kualitas cat pabrikan, kalo dijemur dan kehujanan terus menerus pasti ada bagian yang pudar, dan yang paling sering ditemukan pada motor baru yang dijemur dan dipanaskan adalah karat pada bagian bagian besinya.

Jika dealer yang memajang motornya dengan atap sih masih maklum, kan tujuannya biar dilihat orang, untuk menarik minat orang ya wajarlah. Tapi jika dipanaskan dibawah terik matahari? Sayang bro.

Dealer kecil mungkin melakukan hal tersebut beralasan sempitnya lahan. Nah loh jika dealer besar? Itu saya lihat sendiri mas bro. Nanti jika ada keluhan dari pembeli gimana? Nama siapa tercoreng? Pabrikan juga kan? Gak pabrikan Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Honda didaerah saya pasti ada yang begitu. Menjemur motornya berjamaah.

Ini hanya opini

Salam dari Borneo

Kalo kepanasan, mau aye payungin om

Tahukah ? sejak hari ini ( 24 juni 2014 ) Kemasan Rokok di Indonesia Harus “EKSTRIM” jika produsen melanggar siap siap gulung tikar


Assalamualaikum mas bro mba bro

Sebagai seorang yang bukan perokok, saya sangat merasa terganggu apabila disebelah saya ada yang merokok, asap yang tidak mengenakan terpaksa dihisap oleh kami seorang perokok pasif. Tentu dan pasti, merokok lebih banyak kerugian dari pada keuntungan. Bukan hanya dari segi keuangan, tentu juga dari kesehatan. Baca lebih lanjut

Lambhorghini Mobil Patroli Polisi Indonesia? Why Not?


Assalamualaikum mas bro mba bro

Baca lebih lanjut