Pertamina mendukung pembangunan sirkuit yang bagus, namun tidak diapresiasi pemerintah khususnya kemenpora karena katanya banyak yang harus dibenahiz

Assalamualaikum masbro mbabro…

iimvixby – Indonesia negara yang memiliki sumber daya yang mencukupi untuk membikin rakyatnya sejahtera dan mandiri, tentu saja dengan kekayaan alam dan pendapatan negara dari pajak, hasil bumi, dan lain-lain bisa untuk dialokasikan membangun sebuah pasar sirkuit yang dapat membuat Indonesia disegani di kancah balap Internasional, yaah, hitung-hitung, tidak ada pebalap berprestasi minimal sirkuitnya yang berprestasi, alih-alih dapat dilirik DORNA selaku penyelenggara balapan motor prototipe dunia.

Sekali lagi ini dapat kita tegaskan bahwa, Indonesia bisa kok bikin sirkuit layaknya sepang Malaysia yang tiap tahunnya negaranya mendapatkan pundi-pundi uang dari balapan sekelas motogp dan F1. Kenapa Indonesia tidak tergerak untuk seperti itu? Iya, itulah pemikiran rakyat Indonesia.

Pertamina menegaskan bahwa mereka akan mendukung dalam pembangunan sirkuit yang berkualitas. Seperti yang diucapkan oleh Rifky E. Hardijanto Sales & Marketing Direktur PT. Pertamina Lubricants, ” Pertamina akan support untuk membangun sirkuit yang bagus di Jakarta. Kita harus membicarakan hal ini selain dengan Pemda DKI juga dengan Menpora,”

Tetapi berbeda dengan Kemenpora, Deputi Bidang V Harmonisasi dan Kemitraan Menpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan bahwa anggaran yang ada saat ini lebih diproyeksikan untuk penempaan atlet Tanah Air menuju Asian Games 2018. Artinya, Kemenpora tetap menyerahkan kepada pihak swasta.

“Mau sih turut membenahi, tapi anggaran tidak memungkinkan. Apalagi mengambil alih. Anggaran kami mulai 2015 akan lebih banyak untuk Asian Games 2018 dan sejumlah cabor lain yang lebih membutuhkan. Kemenpora saat ini akan lebih mendayagunakan swasta. Silakan swasta terus melanjutkan,”

Selain itu, memang banyak yang harus dipikirkan masbro mbabro, membangun pasar sirkuit bertaraf Internasional harus memikirkan akses, yaps, suatu sirkuit yang bagus itu adalah akses dari Bandara menuju sirkuit atau sebaliknya haruslah lancar, tidak ada kemacetan. Ambil contoh Sepang Malaysia, akses menuju Sepang cukup bagus, tidak macet, dan pengunjung bisa langsung menuju lokasi dengan mudah karena lokasinya berada di tengah- tengah perkebunan sawit dan tidak ada permukiman penduduk.

Ternyata semua harus dapat dukungan dari pihak terkait, khususnya pemerintah, karena bukan tak mungkin, ketika suatu negara mempunyai sirkuit yang dipakai untuk ajang balap dunia, dapat mendatangkan keuntungan untuk negara tersebut.

Semoga saja suatu saat nanti impian warga Indonesia untuk menonton balapan motogp / world superbike /F1 / bukan hanya dari layar kaca.

Salam dari Aspal Borneo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s