Review My Byson

Assalamualaikum mas bro mba bro

Kali ini saya akan sedikit review salah satu kuda besi yang ada di garasi rumah. Byson, itulah nama yang tertulis di tangki (kondom) sepeda motor warna merah hitam yang alhamdulillah mulai parkir di garasi sejak bulan oktober 2013 lalu hingga kini.

Sebenarnya motor ini lebih diperuntukkan untuk adik saya yang beranjak remaja mas bro. Walaupun diperuntukan untuk adik, tetap saja saya bebas untuk menggunakannya. Alasan dia lebih memilih byson dibanding yang lain adalah sosok sangarnya. Memang sih sosok motor imut pun jika berani bermodal lebih pasti akan sangar, baik itu performa maupun tampilan, tapi byson ini memang saya akui sangar sejak dari dealer. IMHO

Bahkan adik menolak untuk dibelikan NVL. Sempat bimbang ketika berada di dealer karena melihat kegantengan si NVL, namun tetap dia milih byson. Ban yang gede plus shock depan terbesar dikelas 150cc memang membuat motor ini sangar dan kokoh.

Sangar tampilan belum tentu pada performa, ya itulah yang saya rasa ketika memakainya, lemah di akselerasi terasa karena saya sebelumnya lebih sering memakai v-ixion. Top speed yang pernah saya capai dengan keadaan standart 110kpj. Waah timpang dengan tampang sangarnya donk.

Karena merasa kurang puas di performa akhirnya adik saya mengganti knalpot standart yang banyak lekukan dan catalizer serta lain lain tersebut (disinyalir benda ini lah penahan laju byson) dengan knalpot free flow ternama. Ditebus dengan harga 1 juta rupiah akhirnya byson yang dulu sunyi senyap jika masuk garasi, kini menderu keras lumayan ngebass.

Topspeed didapat pun lebih cepat (tanda akselerasi lebih nampol dibanding standart) tapi karena jalanan yang padat gak sempat mengeksplorasi lebih lanjut masbro.

Dari segi penampilan, masih standart mas bro, kecuali knalpot, sempat sih makai cover engine 100 ribuan, namun pecah ketika gasruk dengan akar pohon (maklum nih byson petualangannya gak hanya di aspal doank).

Denger-denger (sebenarnya membaca sih), dari bloger kondang roda dua, byson akan mendapatkan mayor change. Ya semoga saja itu di sektor mesin yang memang terasa kurang untuk motor yang bertampang lumayan bengis ini.

Tidak ada yang bisa direview lebih karena pemakaian belum juga setahun masbro.
Mungkin disini saya hanya memberi sedikit kesimpulan versi saya tentang Yamaha Byson versi sekarang :

1. Byson : Handling ternyaman dikelasnya (150cc naked sport)

2. Penyuka speed? Jangan beli byson! Kecuali mau nambah modal lagi untuk nambah performa

3. Tampilan sudah cukup keren, tapi tidak untuk bagian rem belakang yang masih tromol

4. Sudah saatnya diijeksikan oleh yamaha.

Terlepas dari berbagai kelemahan yang ada. Itulah si Byson saya, apa adanya.

Salam dari Borneo

Byson itu seksi dan menggairahkan om

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s