Sudah benarkah aturan tentang lampu sein?

Assalamualaikum mas dan mba bro

Kali ini saya akan membahas tentang apa yang saya alami seminggu yang lalu, dan menjadi pertanyaan dalam diri sendiri. Sudah benarkah aturan penggunaan lampu sein?

Berikut kutipan dari wikipedia :

Lampu sein atau biasa disebut dengan lampu riting merupakan salah satu komponen terpenting dari sebuah kendaraan. Lampu sein berfungsi sebagai indikator pada kendaraan ketika berbelok yang dibuat dengan tujuan untuk mengurangi resiko kecelakaan. Lampu sein sekarang ini menjadi salah satu kelengkapan yang wajib dimiliki oleh semua kendaraan. Lampu ini berwarna kuning yang akan menyala berkedip-kedip ketika dihidupkan. Dipiih warna kuning sebagai warna lampu sein karena warna kuning kelihatan dari jauh di siang hari atau pun malam hari. Selain itu ketika hujan warna kuning juga tetap dapat dilihat dengan jelas.

Sejarah

Pada abad ke-18, kendaraan pada umumnya masih berbentuk gerobak yang dilengkapi tempat duduk. Gerobak tersebut menggunakan tenaga kuda sebagai penariknya. Baru menjelang peralihan abad ke-18, Nicholas Cugnot dari Inggris menemukan alternative lain sebagai pengganti tenaga kuda, yaitu bahan bakar uap. Kemudian dia menciptakan sebuah kendaraan dengan bahan bakar uap. Temuan ini menginspirasi para ahli lainnya untuk menciptakan kendaraan yang lebih canggih. Henry Ford dan Gottlieb Daimler misalnya, berhasil menciptakan kendaraan yang disertai mesin penggerak dan mobil dengan bahan bakar bensin. Seiring dengan penemuan-penemuan tersebut, penggunaan mobil pun semakin merajalela karena dianggap lebih cepat dan efisien. Namun terlepas dari itu semua, penggunaan mobil menjadi masalah karena sering menimbulkan kecelakaan. Kecelakaan yang sering terjadi yaitu tabrakan antar kendaraan ketika berada di tikungan. Hal ini dikarenakan belum adanya alat yang diciptakan sebagai tanda ketika mobil akan belok ke kanan atau ke kiri. Oleh karena itu, pada tahun 1920-an pabrik kendaraan di Jerman mulai menciptakan lonceng dan peluit uap, kemudian memasangnya di kendaraan produksi mereka. Lonceng tersebut berfungsi sebagai tanda ketika mobil akan berbelok. Jika lonceng berbunyi sekali, tandanya mobil akan berbelok ke kanan. Jika lonceng berbunyi dua kali, berarti mobil akan berbelok ke kiri. Namun ternyata penggunaan lonceng sebagai tanda belok ini pun tidak efektif karena saking ramainya aktivitas lalu lintas, bunyi lonceng justru membingungkan pengguna mobil lainnya karena bersahut sahutan sehingga tidak jelas apakah lonceng berbunyi sekali atau dua kali. Kemudian pada tahun 1930, dibuatlah sebuah alat indikator berupa lampu tambahan kanan-kiri yang dipasang di bagian depan dan belakang mobil. Pengguna kendaraan hanya perlu menekan tombol kontak yang telah tersambung dengan lampu indikator. Alat inilah yang dinamakan lampu sein atau lampu riting yang masih digunakan hingga saat ini pada mobil dan kendaraan lainnya.

Kegunaan

1. Sebagai tanda belok

Ketika berada dalam tikungan, pertigaan, atau perempatan pengguna kendaraan wajib memberikan tanda sein kemana mereka akan menuju selanjutnya. Ini berfungsi untuk memberitahu atau memberikan suatu isyarat kepada pengendara lain baik yang di depan, belakang, maupun yang di samping agar tidak menyalip dari arah tertentu.

2. Sebagai tanda untuk mendahului kendaraan di depan

Ketika pengguna kendaraan ingin menyalip kendaraan lain di depan yang lebih lambat, maka wajib memberikan tanda sein agar pengguna kendaraan yang di depan bisa melihat isyarat yang dimaksudkan.[3]

3. Sebagai tanda informasi untuk kendaraan dari arah berlawanan

Ketika pengguna kendaraan melihat kendaraan lain dari arah berlawanan sedang berada dalam jalurnya dan berada dalam jarak yang cukup dekat maka pengguna kendaraan wajib memberikan tanda sein kepada kendaraan lain dari arah berlawanan tersebut untuk segera keluar dari jalurnya. Sehingga tidak terjadi kecelakaan akibat tabrakan dari arah berlawanan

4. Sebagai tanda pindah jalur

Ketika pengguna kendaraan sedang berada dalam jalur dari jalan yang mempunyai beberapa jalur, dan akan pindah ke jalur lainnya di jalan yang sama maka wajib memberikan tanda sein agar pengguna kendaraan lainnya yang ada di belakang maupun yang dari arah berlawanan tahu dan tidak menyalip terlebih dahulu. Ini sangat penting agar tidak terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh kesalahpahaman antar pengguna kendaraan.

Lampu Hazard

Lampu Hazard sering dikaitkan dengan lampu sein karena berada pada tempat yang sama. Bedanya ketika lampu hazard dihidupkan maka lampu sein kanan kiri akan hidup secara bersamaan. Dan ketika lampu hazard ini dihidupkan maka penggunaan lampu sein tidak akan berfungsi karena tertutup oleh lampu hazard yang sedang menyala. Lampu hazard adalah lampu yang khusus digunakan ketika sebuah mobil atau kendaraan sedang mengalami masalah. Dengan menghidupkan lampu hazard, mobil atau kendaraan yang sedang mengalami masalah dapat memberikan isyarat kepada pengguna kendaraan lain bahwa kendaraan sedang mengalami masalah. Penggunaan lampu hazard sangat disarankan digunakan ketika mobil atau kendaraan dalam keadaan berhenti atau menepi di pinggir jalan.

Itulah kutipan dari Wikipedia yang merupakan sumber yang sangat terpercaya, namun disini saya akan menganalisis kegunaannya. Kita fokus ke Nomer 1 dan 2 saja.

Nomer 3 dan 4 sudah cukup jelas.

Seminggu yang lalu saya melakukan perjalanan jauh mengendarai sepeda motor, jalanan dua arah tanpa trotoar tengah, jelas jika mendahului kendaraan di depan kita harus melihat/menjenguk dulu jalur sebelahnya karena jalur sebelahnya adalah jalur lawan arah. Aman atau tidak untuk mendahului.

Kronologisnya cuma melibatkan 3 kendaraan saja, paling depan sebut saja mobil truk, tengah ada minibus, dan paling belakang saya menggunakan roda 2.

Truk memang tidak dianjurkan untuk ngebut, alhasil minibus terlihat ingin mendahului. Karena saat itu kecepatan kendaraan di belakang truk hanya sekitar 40kpj saja, saya sebagai rider pun juga berniat mendului truk, menunggu jalanan sebelah (jalur berlawanan arah) kosong, sang pengemudi minibus menyalakan lampu sein.

Apa di benak anda seandainya anda menjadi saya mas bro?

a. Minibus ingin mendahului truk?

b. Minibus ingin membelok

Dan nampaknya (mungkin) mas bro mba bro semua akan menyangka minibus ingin mendahului truk dengan memakai jalur berlawanan arah yang kosong.

Saya pun sebagai rider ikut menyalakan lampu sein ingin mendahului truk yang lamban itu, disini terjadi kesalahpahaman mas bro, Rupanya dan Rupanya !!!!

Minibus ingin berbelok !!! Ternyata ada jalan simpangan / pertigaan. Pertigaannya jalan berupa tanah saja bukan aspal

Apa yang saya lakukan? Terkejut, Hard Braking hingga ban depan berdecit bergesekan dengan aspal

Sambil kesal saya blayer Gas, walau ga seberapa sih soalnya masih knalpot standart

Disini nampaknya perlu suatu penyelesaian mas bro, apakah sein kanan nyala mau belok arah atau mendahului kendaraan terdepan?

Atau gantian mendahului? Tunggu minibus selesai. Baru saya mendahului? Namun seandainya mas bro ada di posisi saya yang melihat jalur berlawanan yang kosong. Pasti akan melakukan hal serupa dengan saya.

Itulah pengalaman saya mas bro, karena kebingungan dengan fungsi sein kanan yang sebenarnya.

Salam dari Borneo

Kalo di jalan Safety Riding Ya Om Fokus di kedua lampu sein di kendaraan depan !

Iklan

5 responses to “Sudah benarkah aturan tentang lampu sein?

  1. joz ah

  2. mungkin lampu sein itu penanda bahwa yang pake mobil/motor adalah pendukung abu rizal bakri .. ^,,^

  3. Ping-balik: Ini Nih 5 Kebiasaan Pengendara Mobil yang Cuma Ada di Indonesia! | Ehloo.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s