Ngereview Motor Matic Bunda Setelah Pemakaian 4 Tahun 11 bulan

Assalamualaikum Mas dan Mba bro

Motor Matic, adalah motor primadona saat ini khususnya di Indonesia, bagaimana tidak, motor yang sangat praktis, efisien, terjangkau, gaya, dan fitur melimpah ini tentunya akan banyak menunjang keseharian para biker. Baik itu pria maupun lady biker. Begitu juga Bunda atau yang saya panggil Mama. Seorang wanita yang melahirkan saya ini mempunyai motor idolanya sendiri, yaitu matic. Walaupun mama saya juga bisa mengendarai motor laki loh. Jangan anggap remeh!!!

Mama memiliki motor matic pabrikan Suzuki, sebut saja namanya Spin 125, yups Suzuki spin yang sudah discontinue alias tidak produksi lagi ini di beli pada bulan juli 2009 lalu, dengan warna pink hitam.

Saya pun juga lumayan sering memakainya dan ga pernah telat perawatan (dulu saat masih baru). Sekarang menginjak usianya yang ke hampir 5 tahun, perawatan yang dilakukan sangat minim mas bro, maklum lah mama tidak begitu paham tentang perawatan motor, sehingga ganti oli saja perlu di ingetin.

Jujur, sebenarnya ga ada yang salah dari motor Suzuki, bukannya saya seorang fansboy ya, tapi emang bener, bahwa motor Suzuki itu awet mas bro dengan perawatan, yang saya heran, kenapa saat ini penjualan Suzuki di bawah saudara jepangnya yaitu Honda dan Yamaha (abaikan Kawasaki yang tidak bermain matic), Aaah terserah mereka lah, sesama jepang juga.

Back to topik, Suzuki Spin 125 yang berumur hampir 5 tahunan ini sudah mencapai jarak tempuh sekitar 62.653 kilometer. Wow fantastis menurut saya. Kenapa? Karena baru sekali ganti V-Belt. Padahal V-Belt ini mempunyai masa pakai yang terbatas, rata rata penggantian maksimal 25.000 kilometer. Dua kali lipat donk dari yang seharusnya? Ya benar, maklum lah namanya juga wanita, “mana mama tau” begitu jawaban beliau.

Mengagetkan memang, saat dibawa ke bengkel biasa aja, saat di bongkar ruang CVT alias V-Belt ini sangat kotor, dan yang lebih mencengangkan lagi, V-Belt nyaris putus mas bro.

Kebayang jika putus? Motor ga bisa jalan layaknya motor bebek atau sport yang putus rantainya.

Berikut ini merupakan penyebab V-Belt putus, copas dari Mas Aripitstop :

1.Mengabaikan masa pemakaian v-belt, v-belt motor matic rata2 maksimal dipakai pada 25ribu km,tetapi tergantung dari kondisi pemakaian,karakter jalan yang dilalui setiap hari,dan perawatannya.Jika motor sering kena macet atau sering jalan diadaerah pegunungan biasanya v-belt cepat aus.

2.Cara pakai yang tidak sesuai aturan pakai untuk motor matic,,,seperti gas dibejek tapi rem masih nyangkut/rem ditarik tapi gas sambil dibejek,,,biasanya ibu/cewek2 karena takut jadinya motor jalan sambil tarik tuas rem.

3.Perawatan matic tidak teratur, untuk service cvt/cek v-belt diusahakan setiap 6 bulan sekali atau setiap 10ribu km, agar jika ada part yg sudah aus bisa terdeteksi,seperti kondisi roller yang paling cepat aus

4.Setiap 3ribu km mesti rajin bersihkan filter cvt,jika sudah rusak wajib diganti.karena jika filter cvt tidak dibersihkan kotoran akan menyumbat sirkulasi udara yang berfungsi untuk mendinginkan ruang cvt,dan jika filter sudah tidak bisa menampung kotoran maka kotoran akan masuk ke ruang cvt dan akan bikin selip v-belt,,v-belt jadi cepet aus.

Salam dari Borneo

Jangan Sampai Putus deh Mas bro, bakalan galau nantinya

Ga rela kan mutusin aku mas??

Iklan

One response to “Ngereview Motor Matic Bunda Setelah Pemakaian 4 Tahun 11 bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s